Langsung ke konten utama

Hari Anak Jakarta Membaca




                          DARI MEMBACA KAMU BISA 
                             BISA WUJUDKAN MIMPI
               SUB LAINNYA : JAKARTA BEBAS BANJIR 











Hari Anak Jakarta Membaca,atau yang biasa kita kenal dengan istilah HANJABA,merupakan ajang perlombaan bakat siswa Sekolah Menengah Kejuruan atau Sekolah Menengah atas, yang memiliki banyak mata lomba salah satunya adalah membuat Konten Blog.Dengan adanya lomba Konten Blog akan mengasah kemampuan setiap siswa di tingkat SMA terutama SMK dibidang jurusan MultiMedia.
Membaca adalah peran penting dalam sebuah pembelajaran,tanpa membaca kita tidak akan bisa menemukan ilmu,jadikanlah membaca sebagai hal terpenting dalam hidupmu,”dia saja kamu anggap penting,membaca jauh lebih penting dibanding kan dirinya “ . DKI Jakarta Ibukota kita tercinta yang dimana kita dibesarkan disebuah kota yang padat akan penghuninya,lantas sudahkah kita peduli akan lingkungan kita sendiri? Kalau saja saya bisa mewakili suara warga jakarta mungkin saya akan mengatakan TIDAK,marilah kita lihat disekitar kita sudahkan lingkungan kita bersih?


 Sudahkah lingkungan kita bersih dari sampah? Dahulu Jakarta sangatlah bersih bahkan Jakarta adalah Ibukota yang ingin didatangi orang-orang diluar sana,seharusnya sebagai warga jakarta kita patut malu,dan mengkoreksi diri sendiri apakah kota ini bersih?apakah kota ini sudah layak disinggahi ?perlu banyak kesadaran dari masyarakat,siapapun kita,dimanpun tempat  tinggal kita ,jika ingin kota ini bersih apakah kita harus mengandalkan oranglain?mari kita mulai dengan diri sendiri,dimulai dari lingkungan rumah kita sendiri,jikalau ada sampah berserakan apa kita peduli?tidak,bahkan untuk memungutnya saja kita tidak ada kesadaran sama sekali.


Sampah yang berserakan disekitar kalian dapat mengakibatkan banyak hal terutama adalah BANJIR ,kebanyakan masyarakat menginginkan jakarta ini bebas dari banjir,akan tetapi masyarakat itu sendiri tidak menyadari bahwa banjir ini adalah akibat perbuatan mereka sendiri,ketika banjir sudah melandas kota jakarta,sebagian besar masyarakat menyalahkan  pemerintah,genangan tinggi akan menghalangi  aktifitas kita sendiri,dan akan merugikan diri kita sendiri,
BANJIR menjadi masalah terbesar di Jakarta saat musimhujan tiba. Genangan air selama berhari-hari tidak hanya menghambat aktivitas warga sehari-hari, tetapi juga melumpuhkan perekonomian di suatu wilayah, terutama di Ibu Kota, DKI Jakarta.








Nyatanya, banjir di Ibu Kota tidak hanya disebabkan faktor alam seperti cuaca ekstrem. Perilaku manusia turut membuat banjir tidak dapat dihindari oleh warga Jakarta.
Banyak cara untuk menanggulangi banjir,terutama dari diri kita sendiri,dimulai dengan membiasakan diri kita untuk mebuang sampah pada tempatnya,usahakan setiap kita berpergian kemanapun ,setidaknya kita membawa tempat kecil khusus untuk sampah bekas diri kita sendiri,tidak harus menggunakan plastik,dengan menggunakan tas kecil khusus untuk sampah,bisa membantu meminimalisir penumpukan sampah di kota Jakarta ini ,kebiasaan buruk merupakan  faktor utama penyebab banjir di Jakarta.

 Hingga kini, kesadaran hidup bersih dan sehat warga Ibu Kota masih perlu ditingkatkan. Masih banyak warga membuang sampah ke sungai maupun mendirikan bangunan di bantaran kali. Kebiasaan ini membuat pendangkalan dasar sungai sehingga tidak mampu menampung lebih banyak air. Alhasil, sungai meluap dan menggenangi Jakarta,

Banyak cara yang dilakukan pemerintah untuk menaggulangi bencana banjir
Pemerintah pusat melalui Besar Balai Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) tengah membangun dua bendungan di Ciawi dan Sukamahi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Pembangunan telah direncanakan sejak 2004 tetapi baru mulai terealisasi pada September 2017.
Bendungan Ciawi yang memiliki kontrak proyek Rp 757,8 miliar luas area genangannya 29,22 hektar dengan volume tampung 6,45 juta meter kubik. Sementara, Bendungan Sukamahi memiliki daya tampung tampung 1,68 juta meter kubik dan luas area genangan 5,23 hektar



Selain pemerintah tentunya tidak kalah penting masyarakat DKI JAKARTA dalam upaya penanggulangan bencana banjir,dengan meminimalisir sampah yang ada sudah termasuk usaha / upaya masyarakat dalam pencegahan bencana banjir .
Berikut rincian akibat terbesar banjir
1. Curah Hujan Tinggi





Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan, selama sepekan ke depan hujan dengan intensitas sedang sampai lebat berpotensi mengguyur wilayah Jakarta.

 (Baca: Hujan Deras, Kawasan Rasuna Said Kuningan Dilanda Banjir)

2. Penduduk Padat, Lahan Serapan Air Menyusut


sumber foto : https://www.google.com/url?sa=i&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwiJn5i6rOrhAhVIrY8KHTUZDCYQjRx6BAgBEAU&url=http%3A%2F%2Fwww.ilmuekonomi.net%2F2016%2F03%2Fpengaruh-kepadatan-penduduk-terhadap.html&psig=AOvVaw0roX6P5UD4ZmmIwKHZvKSg&ust=1556250852257512


Sebagai pusat perekonomian, pemerintahan dan pendidikan di Indonesia, Jakarta memiliki kepadatan penduduk sangat tinggi. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, ada 10.177.924 penduduk di DKI Jakarta.

Akibat kondisi ini, ruang terbuka hijau (RTH) yang dapat menjadi kawasan serapan air pun menyusut. Laman resmi Pemprov DKI Jakarta menyebut, hanya ada 11% wilayah yang masih memiliki RTH. Faktanya, sebagian besar lahan di Ibu Kota dipakai untuk pembangunan kawasan pemukiman warga dan beragam infrastruktur. Banjir tahunan pun tidak terelakkan.

3. Dialiri 13 Sungai
Ada 13 sungai mengalir di wilayah Jakarta yang berpotensi membuat banjir. Belasan sungai itu adalah Mookervart, Angke, Pesanggrahan, Grogol, Krukut, Kali Baru Barat, Ciliwung, Kali Baru Timur, Cipinang, Sunter, Buaran, Jati Kramat, dan Cakung.








4. Penurunan Muka Tanah
Banyaknya gedung perkantoran di Ibu Kota menjadi beban lingkungan. Salah satunya, karena penggunaan air tanah secara berlebihan, Jakarta mengalami penurunan muka tanah sebanyak 5-12 cm per tahun. Kondisi ini membuat potensi banjir semakin besar.









5. Perilaku Masyarakat
Di balik semua itu, perilaku masyarakat juga menjadi faktor utama penyebab banjir di Jakarta. Hingga kini, kesadaran hidup bersih dan sehat warga Ibu Kota masih perlu ditingkatkan. Masih banyak warga membuang sampah ke sungai maupun mendirikan bangunan di bantaran kali. Kebiasaan ini membuat pendangkalan dasar sungai sehingga tidak mampu menampung lebih banyak air. Alhasil, sungai meluap dan menggenangi Jakarta. (Silvia Rahmatina/Magang)





sumber foto : https://www.google.com/url?sa=i&source=images&cd=&cad=rja&uact=8&ved=2ahUKEwixyv75r-rhAhXs7XMBHXQpAsEQjRx6BAgBEAU&url=http%3A%2F%2Fwww.solusipendidikan.com%2F2016%2F01%2Fperbedaan-perilaku-masyarakat-desa-dan.html&psig=AOvVaw0OAZoUUgRrCrWmrwXLLQ9T&ust=1556251818679448



Tidak ada salahnya apabila kita mulai dari diri sendiri,mungkin belum terbiasa,tapi akan menjadi terbiasa bila kita selalu melakukannya dengan rutin. Jangan selalu mengandalkan pemerintah,mereka dan kita sama” masyarakat yang harus menjaga lingkungan di DKI JAKARTA,kita menempati kota yang sama,dengan penduduk yang berbeda-beda seharusnya kita bisa saling melengkapi  , karna tidak merugikan diri kita sendiri maka tidak salah untuk kita kerjakan,membantu membenahi kota Jakarta dengan tertib menaati diri sendiri,

Perda Nomor 3 Tahun 2013 Mudarisin menyampaikan, Perda Nomor 3 Tahun 2013 ditegakkan oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Sanksi soal membuang sampah tertuang dalam pasal 130 Ayat 1 perda tersebut. Denda maksimal bagi warga yang membuang sampah sembarangan yang ditetapkan dalam perda ini yakni Rp 500.000. "Bagi mereka yang membuang sampah tidak pada tempatnya, kita tangkap, kemudian kita berikan denda. Setinggi-tingginya denda itu Rp 500.000," kata Mudarisin.


Bahkan sekarang sudah dilakukan OTT Olah Tangkap Tangan bagi para masyarakat yang membuang sampa tidak pada tempatnya dan akan dikenakan denda sesuai dengan ketentuan yang sudah tertera didalam UU ,dan mulai dilaksanakan  di kegiatan Car Free Day yang biasanya diadakan di Bundaran Hotel Indonesia (Bundaran HI).
Mari kita jaga kota ini supaya menjadi kota yang bersih tanpa sampah yang berserakan dan demi mencegah banjir  yang melanda kota ini .
#SAVEJAKARTA

Komentar